Sri Mulyani Umumkan Kinerja APBN Januari 2025
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara resmi mengumumkan capaian kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada bulan Januari 2025 melalui forum “APBN Kita”. Dalam paparannya, Sri Mulyani menyampaikan bahwa realisasi pendapatan dan belanja negara pada awal tahun menunjukkan tren positif, meskipun tetap diiringi dengan kewaspadaan terhadap kondisi global.
Pada bulan Januari 2025, pendapatan negara tercatat mengalami pertumbuhan yang cukup baik, terutama dari sektor perpajakan. Hal ini menjadi sinyal awal yang menjanjikan terhadap target-target fiskal yang telah ditetapkan dalam RAPBN 2025.
“Penerimaan negara, khususnya dari pajak penghasilan dan PPN, menunjukkan kinerja yang sesuai proyeksi. Ini mencerminkan aktivitas ekonomi mulai bergerak positif,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.
Penerimaan Negara
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total penerimaan negara pada Januari 2025 mencapai Rp190 triliun, naik dibandingkan Januari tahun sebelumnya. Sektor pajak menyumbang lebih dari 75% dari total penerimaan, sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) berasal dari sektor SDA dan dividen BUMN.
Sri Mulyani menyebutkan bahwa sektor pertambangan, manufaktur, serta jasa mengalami peningkatan kontribusi terhadap pendapatan pajak, seiring dengan membaiknya permintaan domestik dan ekspor.
Belanja Negara dan Defisit
Sementara itu, realisasi belanja negara pada Januari 2025 mencapai Rp215 triliun. Belanja tersebut meliputi belanja kementerian dan lembaga, transfer ke daerah, serta belanja non-kementerian seperti subsidi energi dan bantuan sosial.
Dengan penerimaan negara yang lebih kecil dibanding belanja, defisit pada Januari 2025 tercatat sebesar Rp25 triliun. Namun, Sri Mulyani menegaskan bahwa defisit ini masih berada dalam batas wajar dan sesuai dengan pola musiman pengeluaran di awal tahun.
“Kita harus pahami bahwa di awal tahun, belanja pemerintah cenderung lebih tinggi daripada penerimaan karena pembayaran kontrak-kontrak tahun sebelumnya dan program padat karya yang langsung digulirkan,” jelasnya.
Fokus pada Kinerja Belanja Produktif
Sri Mulyani menekankan pentingnya menjaga kualitas belanja negara, terutama belanja produktif yang berdampak langsung terhadap masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Belanja ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru.
Pemerintah juga mempercepat realisasi program-program prioritas seperti bansos, bantuan pangan, serta subsidi untuk UMKM agar efek fiskalnya dapat dirasakan sejak awal tahun.
Transparansi dan Akuntabilitas
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani kembali menegaskan komitmen pemerintah terhadap transparansi pengelolaan keuangan negara. Laporan kinerja APBN akan terus disampaikan secara berkala agar publik dapat memantau langsung perkembangan anggaran dan belanja negara.
Untuk informasi lebih lanjut dan data resmi seputar kinerja APBN 2025, kunjungi situs https://beritakeuangan.id/.

